Setelah lihat video ini, masih mau jajan sembarangan nggak?


Konsultan Makanan Sehat dari Food Combining Yogyakarta, Mufatul Faridah punya tanggapan soal ini. Hal tersebut dia sampaikan melalui pesan elektronik kepada Opini.id, Jumat (18/09/2015).

Menurut Mufa ikan Sapu-sapu yang berada di Sungai Ciliwung ataupun sungai kotor lainnya tidak layak untuk dikonsumsi. Hal ini lantaran ikan sapu-sapu tergolong pemakan sampah.

"Ikan sapu-sapu tergolong pemakan sampah.bahaya jika dikonsumsi atau dijadikan bahan baku siomay yang harusnya memakai ikan tenggiri," kata Mufa.

Namun ikan Sapu-sapu layak di konsumsi jika diternak sendiri. Sehingga bisa menjamin kualitas makanannya. "Ikan sapu-sapu layak dikonsumsi jika diternak sendiri.sehingga terjamin kualitas pakannya. kalau yang didapat dari sungai Ciliwung gitu,sudah ngeri," kata Mufa..

Menurut Mufa setiap jenis ikan mempunyai nilai gizi yang bermanfaat buat kesehatan. "Asal memenuhi syarat air tempat mereka hidup dan dengan makanan yang layak," kata dia.

Mufa mengatakan merkuri yang terdapat dalam tubuh ikan sapu-sapu berasal dari limbah pabrik yang dibuang ke sungai.

"Kehidupan manusia yang dipenuhi apa-apa serba praktis menjadikan pertumbuhan industri berkembang pesat. Limbah pabrik dari industri inilah yang rata-rata mengandung merkuri bermuaranya ke sungai dan laut," kata Mufa.

Kata dia penumpukan racun logam berat akan berdampak dalam jangka panjang. "Bahan makanan yang berkualitas aja ketika 3 hari dimakan berturut-turut tidak bagus,karena akan terjadi penumpukan zat-zat tertentu. Apalagi mengkonsumsi bahan makanan yang sudah mengandung merkuri," kata Mufa. (Indra Dahfaldi/Ninin Damayanti).

source:opini.id
Diberdayakan oleh Blogger.